Bone Cancer

Kanker adalah tumor ganas. Keganasan pada tulang bisa dibedakan menjadi keganasan/kanker tulang primer dan kanker tulang sekunder. Kanker tulang primer adalah keganasan yang dimulai di tulang itu sendiri dan disebut sebagai sarkoma. Kanker tulang sekunder adalah keganasan yang dimulai dari organ lain dan telah menyebar ke tulang sehingga disebut sebagai metastasis tulang.

Sarkoma bisa terjadi di tulang, otot, jaringan fibrosa, pembuluh darah, jaringan lemak, serta beberapa jaringan lainnya. Mereka bisa berkembang pada area manapun di tubuh. Mereka dinamai berdasarkan bagian tulang atau jaringan di sekitarnya yang terpengaruh dan jenis sel yang membentuk tumor ganas tersebut.

Gejala dan tanda kanker tulang 

  1. Nyeri Tulang, lebih terasa malam hari atau setelah beraktivitas 
  2. Bengkak, kemerahan, dan teraba hangat pada daerah dimana terasa nyeri 
  3. Fraktur tulang yang terjadi setelah aktivitas rutin bahkan kadang dapat terjadi tanpa trauma 
  4. Gerakan terbatas pada bagian yang terkena kanker 
  5. Nyeri bagian punggung yang persisten 
  6. Gejala lainnya adalah demam, cepat lelah, berat badan turun, dan pucat

 

Pemeriksaan penunjang kanker tulang 

Penegakan diagnosis yang tepat untuk kanker tulang bergantung pada kerjasama multidisiplin oleh dokter spesialis ortopedi ahli onkologi, dokter spesialis radiologi dan dokter ahli patologi anatomi untuk mencapai kesimpulan bersama berdasarkan informasi mengenai temuan klinis, penampakan pada x-rays dan gambaran sel-sel yang di periksa dibawah mikroskop. Penyakit lain seperti infeksi bisa memberika gejala dan hasil radiologi yang mirip dengan kanker tulang. Penyakit tumor tulang sekunder (metastasis) bisa menunjukkan tanda dan gejala yang sama dengan tumor tulang primer, sehingga pemeriksaan biopsy tulang dibutuhkan untuk penegakan diagnosis tersebut.

  1. Pemeriksaan radiologi X-rays.
  2. Pemeriksaan radiologi CT-Scans (Computed Tomography Scans)
  3. Pemeriksaan radiologi MRI (Magnetic Resonance Imaging)
  4. Pemeriksaan Scan Tulang Radionuklida
  5. Pemeriksaan PET Scans (Positron Emission Tomography)
  6. Biopsi

 

Stadium kanker 

Sistem klasifikasi stadium kanker tulang berdasarkan Musculoskeletal Tumor Society (MSTS) / Enneking adalah sebagai berikut :

I A : derajat keganasan rendah, lokasi intrakompartemen, tanpa metastasis

I B : derajat keganasan rendah, lokasi ekstrakompartemen, tanpa metastasis

II A : derajat keganasan tinggi, lokasi intrakompartemen, tanpa metastasis

II B : derajat keganasan tinggi, lokasi ekstrakompartemen, tanpa metastasis

III : ditemukan adanya metastasis

 

Sistem klasifikasi berdasarkan American Joint Committee on Cancer (AJCC) edisi ke 7 :

I A : derajat keganasan rendah, ukuran > 8 cm

I B : derajat keganasan rendah, ukuran > 8 cm atau adanya diskontinuitas

II A : derajat keganasan tinggi, ukuran > 8 cm

II B : derajat keganasan tinggi, ukuran > 8 cm

III : derajat keganan tinggi, adanya diskontinuitas

IV : metastasis paru

IV B : metastasis lain

 

Tatalaksana kanker tulang 

Penanganan kanker tulang dapat dilakukan secara multidisiplin dengan pembedahan, kemoterapi, radioterapi dan rehabilitasi yang melibatkan dokter spesialis ortopedi ahli onkologi, dokter spesialis penyakit dalam atau anak ahli onkologi medis, dokter spesialis onkologi radiasi dan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi. Pembedahan merupakan terapi utama untuk sebagian besar kanker tulang yang dilakukan oleh dokter ortopedi ahli onkologi. Pada kanker tulang primer, tujuan utama pembedahan adalah mengangkat tumor tulang dengan bersih dan mempertahankan fungsi ekstremitas semaksimal mungkin. Pengangkatan kanker tulang tanpa amputasi dinamakan pembedahan penyelamatan tungkai atau Limb Salvage Surgery (LSS). LSS dilakukan pada kanker tulang yang belum melibatkan struktur saraf dan pembuluh darah utama yang bisa di evaluasi pada pemeriksaan radiologi. Sebaliknya, bila kanker tulang berkembang progresif disertai keterlibatan struktur saraf dan pembuluh darah utama atau ekstensi tumor ke jaringan sekitarnya sangat luas, maka amputasi menjadi pilihan utama pembedahan.

Pada pasien kanker tulang yang sudah bermetastasis maka pada kasus yang masih bisa dilakukan pembedahan pengangkatan kanker tulang nya tetap dilakukan bersamaan dengan metastasectomy. Pada kasus yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pembedahan pengangkatan tumor secara keseluruhan maka tata laksana yang dilakukan adalah kemoterapi, radioterapi dan evaluasi ulang tumor primer untuk mengontrol tumor secara lokal (penanganan paliatif).

Radioterapi diberikan melalui pemaparan sinar-X untuk membunuh sel kanker. Kebanyakan kasus kanker tulang tidak dapat dibunuh dengan mudah oleh radiasi dan membutuhkan radiasi dosis tinggi. Namun demikian, dosis tinggi radiasi tersebut bisa merusak jaringan sehat sekitarnya dan juga struktur penting seperti saraf dan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan terapi radiasi tidak digunakan sebagai terapi utama untuk sebagian besar kanker tulang. Radiasi eksterna bisa dipertimbangkan pada kasus dengan batas sayatan positif pasca operasi dan kasus yang tidak dapat dioperasi

Kemoterapi merupakan pemberian obat sistemik untuk membunuh sel kanker. Hal ini berarti obat masuk ke dalam pembuluh darah dan bersirkulasi untuk mencapai dan membunuh sel kanker di seluruh tubuh. Manfaat dari kemoterapi bisa untuk meringankan gejala yang ditimbulkan oleh kanker tulang dan untuk mengendalikan penyebaran kanker tulang. Kemoterapi sering digunakan pada protokol pengobatan kanker tulang osteosarkoma dan ewing sarkoma. Kemoterapi juga digunakan pada kanker tulang yang telah menyebar ke paru-paru atau organ lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *